مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun
perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan
kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan
kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka
kerjakan. (QS. An-Nahl : 97)
Dari ayat diatas dapat disimpulkan bahwa kita sebagai manusia hendaklah berbagi kebahagiaan. kebahagiaan tanpa memandang siapa orang tersebut. Bahkan ALLAH mewajibkan dan menjanjikan bahwa yang beramal shalih baik itu perempuan atau laki-laki dan ia
beriman, untuk memberikan kehidupan yang baik serta pahala yang lebih
baik dari apa yang ia amalkan sebagai balasan. Balasan yang diberikan oleh ALLAH adalah hati yang selalu bersyukur, pasangan hidup yang sholeh, anak yang sholeh, lingkungan yang kondusif untuk iman kita, harta yang halal, umur yang barokah, selalu diberi kemudahan dalam hal apapun dan ALLAH memberikan kita pahala.
Berbagi kebahagiaan tidak harus mengeluarkan uang. Kita bisa membantu dalam proses belajar mengajar, tolong menolong, berbagi cerita dan masih banyak hal lain yang dapat membuat orang disekitar kita bahagia. Masih banyak disekitar kita yang hidup kurang dengan ketentraman dan kebahagiaan hal tersebut bisa terjadi karena hidup yang penuh dengan material seperti mempunyai mobil mewah, rumah mewah, uang banyak, jabatan tinggi. Kehidupan yang penuh material hanya dapat menimbulkan kesenangan sesaat dan tidak tahan lama. Karena kita akan merasa kurang saat ada yang diatas kita.
Mengapa kita tidak berusaha intropeksi diri apa yang kita perbuat selama ini bermanfaat atau tidak? Bukankah banyak disekitar kita yang hidup bahagia yang mungkin dari segi ekonomi kurang mencukupi dalam kehidupan sehari-hari? Sudahkah kita berterimakasih dan mensyukuri nikmat yang diberikan ALLAH hari ini? Mari kita mulai belajar mensyukuri nikmat yang diberikan ALLAH. Kebahagiaan tidak berasal dari material yang melimpah melainkan berbagi bersama dan selalu mensyukuri nikmat yang ALLAH berikan.
mempunyai uang banyak, mobil mewah, rumah mewah, jabatan tinggi, mempunyai pengetahuan yang tinggi dan lain sebagainya.
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/diidii/spiritual-vs-material_552b068ef17e61e462d623ba
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/diidii/spiritual-vs-material_552b068ef17e61e462d623ba
mempunyai uang banyak, mobil mewah, rumah mewah, jabatan tinggi, mempunyai pengetahuan yang tinggi dan lain sebagainya.
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/diidii/spiritual-vs-material_552b068ef17e61e462d623ba
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/diidii/spiritual-vs-material_552b068ef17e61e462d623ba
mempunyai uang banyak, mobil mewah, rumah mewah, jabatan tinggi, mempunyai pengetahuan yang tinggi dan lain sebagainya.
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/diidii/spiritual-vs-material_552b068ef17e61e462d623ba
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/diidii/spiritual-vs-material_552b068ef17e61e462d623ba